Revisi Tulisan dan Karya: Pengertian, Tips dan Cara

  • Bagikan

Melakukan revisi tulisan bagi beberapa orang memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari tantangan dalam diri seperti rasa malas hingga gangguan-gangguan yang ada disekitar.

baca selengkapnya atau tidak sama sekali... Saya sarankan agar tidak membacanya

Setiap tulisan yang ada, entah itu esai, novel, artikel ilmiah dan lain sebagainya tetap membutuhkan revisi.

Revisi sendiri merupakan proses pengeditan paling akhir sebelum tulisan itu siap digunakan.

Misalnya, apabila anda seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi biasanya, dosen akan meminta anda melakukan revisi.

Patut diketahui juga, ada perbedaan antara revisi dan editing. Editing adalah proses akhir dari sebuah tulisan sementara revisi adalah proses penyempurnaan editing.

Apa itu Revisi Tulisan dan Karya?

Ada dua definisi yang harus dijelaskan dari pengertian revisi tulisan dan karya. Yakni, definisi revisi tulisan dan revisi karya itu sendiri.

Hanya saja, tulisan dapat dikategorikan sebagai suatu karya. Karya sendiri adalah hasil pekerjaan atau hasil perbuatan, buatan ciptaan yang erat kaitannya dengan hasil karangan.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan revisi tulisan dan karya? Revisi tulisan dan karya adalah suatu proses menyempurnakan tulisan dan karya yang dibuat sebelumnya.

Artinya, dengan revisi tersebut, tulisan dan karya itu bisa lebih baik lagi, mengikut pedoman penulisan yang benar serta mudah dimengerti.

Pengertian diatas sesuai dengan definisi revisi itu sendiri yang berarti peninjauan dan pemeriksaan kembali untuk tujuan perbaikan.

Artinya, jika perbaikannya terkait dengan karya tulis, entah itu karangan bebas, karya sastra atau novel, maka akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Misalnya nih, anda buat novel sastra untuk diterbitkan di situs penerbit. Setelah menulis, biasanya anda akan edit dulu agar setiap kata yang benar sesuai dengan tujuan kepenulisan.

Setelah dikirim ke penerbit, biasanya mereka punya editor juga. Editor ini juga akan mengedit naskah tersebut agar sesuai dengan PUEBI.

Artinya, proses revisi tulisan dan karya itu adalah tanggungjawab yang besar agar layak dibaca dan pembaca paham apa yang ditulis.

Cara Revisi Tulisan dan Karya Yang Benar

Lantas, bagaimana cara revisi tulisan dan karya yang benar? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Hindari gangguan

Yang paling pertama dan paling penting adalah menghindari gangguan saat revisi dilakukan. Tujuannya agar anda lebih fokus pada pekerjaan yang sedang anda lakukan itu.

Untuk gangguan sendiri terdiri dari beberapa bagian. Baik gangguan langsung ataupun tidak langsung. Agar lebih fokus, sebaiknya hindari melakukan hal-hal dibawah ini:

  • Mendengarkan lagu atau musik dengan lirik
  • Menonton video, televisi atau audiovisual seperti Radio
  • Usahakan semua perlengkapan revisi sudah ada pada satu tempat
  • Tidak melakukan revisi di kamar tidur yang dapat mengganggu konsentrasi
  • Makan dan tidur yang cukup agar tidak mudah lelah
  • Simpan telepon genggam di ruangan lain
  • Revisi secara bertahap [Bab per bab, halaman per halaman atau kalimat per kalimat]

Beberapa peneliti dari Ohio University, Illinois State University dan Nebraska University telah melakukan beberapa penelitian terkait dengan gangguan dan efek-efek yang mengganggu saat melakukan pekerjaan.

Dari penelitian tersebut, telepon genggam disebut sebagai perangkat paling mengganggu dalam pekerjaan, termasuk juga saat melakukan revisi tulisan yang butuh konsentrasi tinggi.

Sementara itu, dalam survey yang dilakukan terhadap 145 mahasiswa yang belum lama ini diterbitkan dengan judul Mobile Phones in the Classroom disebutkan bahwa mahasiswa lebih mudah menyerap informasi jika tidak menggunakan telepon genggam saat proses belajar mengajar berlangsung.

Berarti, langkah ini juga bisa anda terapkan untuk menghindari gangguan saat melakukan revisi tulisan. Termasuk juga untuk pekerjaan lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Ketrampilan menulis memang tidak punya patokan yang diakui secara luas. Karena, patokan ini biasanya berangkat dari jenis tulisan yang ditulis.

Namun, ada cara yang dapat dilakukan untuk mengasah ketrampilan menulis ini, antara lain:

  • Rajin membaca buku
  • Belajar menulis secara menulis
  • Menulis seperti sedang berbicara
  • Belajar tentang PUEBI [Pedoman Umum EJaan Bahasa Indonesia]

Yang paling penting, selalu jaga kesehatan anda, terlebih kesehatan mata anda. Apalagi jika anda melakukan revisi menggunakan media seperti komputer atau laptop.

Dan yang paling penting, fokus pada revisi tulisan anda. Jangan fokus pada tugas lain. Saat sudah bosan, silahkan jalan-jalan atau refreshing.

Yang penting, revisi tetap jalan. Tujuannya agar anda bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin saat melakukan revisi tulisan.

3. Manajemen waktu

Yang paling penting saat revisi adalah waktu. Jika tidak ada tenggak waktu maka anda boleh melakukan revisi 1-2 jam dalam sehari. 

Seandainya ada tenggak waktu, berarti anda harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Tapi waktu yang dibutuhkan disini bergantung pada panjang dokumen yang akan di revisi. Kalau panjang berarti waktu yang dibutuhkan mungkin akan banyak.

Baca Juga:

Juga bergantung pada jenis revisi. Apabila tulisan yang direvisi itu merupakan artikel ilmiah, waktu yang dibutuhkan juga semakin banyak.

Agar manajemen waktu lebih terstruktur, anda bisa mengikuti cara yang saya lakukan saat melakukan revisi Skripsi saya beberapa waktu lalu.

Saat melakukan revisi, saya juga masih menjabat sebagai presidium salah satu organisasi ekstra kampus. Yang berarti, aktivitas saya lebih banyak.

Sementara, revisi yang saya lakukan bukan hanya ejaan, melainkan juga pada topik penelitian dan juga pembahasan penelitian skripsi saya tersebut. 

Kebetulan metode yang saya angkat adalah kuantitatif, jadi lebih banyak berurusan sama angka-angka.

Nah, agar manajemen waktu ini bisa berjalan, saya membutuhkan parameter. Parameter ini bertujuan untuk memperhitungkan waktu yang saya gunakan dalam sehari. Sebagai berikut:

  • Berapa banyak aktivitas yang anda lakukan dalam sehari
  • Setiap aktivitas menghabiskan berapa banyak waktu
  • Berapa lama yang saya butuhkan untuk merevisi 1 halaman skripsi

Parameter tersebut mungkin terkesan memaksanakan, tapi begitulah yang terjadi. Untuk poin pertama, aktivitas dalam sehari yang saya lakukan adalah 14 jam.

Sisanya, 10 jam atau mungkin kurang, digunakan untuk istirahat, main game sedikit, ngopi dan lain sebagainya.

Sementara, setiap aktivitas yang saya lakukan diluar jam istirahat, bisanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Untuk poin terakhir, dalam merevisi 1 halaman skripsi membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Dari sini, saya kemudian membuat kalender revisi. Waktu yang saya butuhkan untuk revisi adalah 1 bulan. Berarti langkah berikutnya adalah membagi periode waktu selama 2 minggu menjadi beberapa sesi, sebagai berikut:

  • 1 minggu untuk membaca seluruh skripsi lalu menandai kesalahan-kesalahannya
  • 1 minggu untuk menulis catatan atau flashcards
  • 1 minggu untuk mengedit kesalahan dan ejaan
  • 1 minggu terakhir untuk revisi tahap akhir

Diatas hanyalah contoh waktu bagaimana anda memajanemen waktu untuk melakukan revisi tulisan. Sesuaikan saja dengan waktu yang anda butuhkan.

4. Selektif saat revisi

Dunia ini adalah dunia yang ideal, dimana manusia dapat mempelajari semua topik tapi hanya boleh mengambil satu topik saja untuk dipelajari.

Hal yang sama juga berlaku dalam sebuah tulisan. Dengan kata lain, anda harus menjadi ahli pada satu genre tulisan saja, misalnya, Novel.

Meski semua kemungkinannya sama, percaya atau tidak, manusia tidak pernah mengalami dunia yang ideal itu.

Artinya, meskipun genre tulisan sudah diambil, manusia tetap tertarik untuk mencoba genre yang lain, misalnya Cerpen.

Selanjutnya, pada tahap editing, manusia juga akan melakukan hal yang sama. Ini seperti ciri yang tidak bisa dihilangkan.

Contohnya, saat melakukan revisi. Manusia selalu ingin lompat dari halaman pertama ke halaman 50. Cara ini tentu saja tidak terstruktur.

Oleh karena itu, anda bisa menggunakan sistem lampu lalu litas di jalan untuk memberi prioritas revisi.

Dimana, lampu merah memiliki prioritas tinggi, lampu kuning prioritasnya sedang sementara lampu hijau prioritasnya rendah.

Semua ini bertujuan untuk menentukan topik mana yang paling penting untuk di revisi, sehingga anda punya banyak waktu luang untuk melakukan revisi lain, yang sudah tidak diprioritaskan.

Untuk kasus saya, seperti yang sudah saya ceritakan diatas, prioritas utama tentu adalah pembahasan. Karena pembahasan lebih membutuhkan banyak waktu.

Tahu kan bagaimana ribetnya mengolah data? Apalagi jika variabel penelitiannya ada 3. Itu belum lagi uji-uji yang dilakukan seperti normalitas, reabilitas dan validitas. Pusing deh!

Oh iya, untuk membantu anda memvisualisasi prioritas ini, anda boleh menggunakan stabilo. Dimana stabilo warna merah untuk prioritas tinggi, kuning untuk prioritas sedang dan hijau untuk prioritas rendah.

Sebagai catatan, untuk warna hijau atau prioritas rendah bukan berarti tidak harus diedit. Baca secara menyeluruh isinya, mungkin ada ejaan yang salah dan harus diperbaiki.

5. Perhatikan Jadwal

Jika manajemen waktu diatas bagi anda tidak terstruktur, anda bisa mengatur jadwal. Agar waktu proses revisi lebih teratur. Pada jadwal ini, ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan, antara lain:

  • Tanggal dan waktu deadline
  • Aktivitas anda
  • Kegiatan lain diluar waktu revisi
  • Waktu revisi

Oh iya, untuk waktu revisi ini, saya sarankan agar dilakukan 30-40 menit sebelum tidur malam. Pada waktu itu, gangguan mungkin sudah tidak ada termasuk juga aktivitas harian anda.

Sebagai tambahan, siapkan juga susu atau kopi dan perlengkapan-perlengkapan lain yang mungkin dibutuhkan saat proses revisi berlangsung.

Penutup

Revisi tulisan sebenarnya tidak gampang dilakukan. Jika melakukan revisi asal-asalan saja, mungkin tulisan tersebut mungkin tidak akan pernah selesai di revisi.

Yang paling penting disini adalah untuk selalu pentingkan kesehatan diri anda sendiri, jangan lupa makan dan minum yang banyak.

Demikian artikel tentang 5 tips melakukan revisi tulisan yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *