Apa itu Domain? dan Bedanya dengan Hosting, Subdomain dan SSL?

  • Bagikan

Empat istilah diatas sering disebut-sebut dalam proses pembuatan website agar bisa muncul di internet. Tapi, apa sih domain itu? Dan apa bedanya dengan hosting, subdomain dan SSL?

baca selengkapnya atau tidak sama sekali... Saya sarankan agar tidak membacanya

Misalnya nih, kemarin saya beli domain baru di Niagahoster untuk digunakan di blog. Kebetulan, saya sudah punya cloud hosting, jadi tinggal hubungkan DNSnya maka situs siap diakses.

Sayangnya, domain tersebut keamananya tidak terjamin. Ini terlihat saat pengguna mengakses blog tersebut maka tulisan di awal domain baru HTTP saja.

Jika ingin tambahkan s diakhir hipertextnya, bisa membelinya langsung dari penyedian sertifikat keamanan. Harganya sih lumayan murah.

Setelah beli dan diaktifkan, maka saat di akses, statusnya berubah jadi https. Hanya saja, terlebih untuk pemula, banyak yang belum tahu perbedaannya apa.

Poin inilah yang kemudian mendorong saya untuk buat satu postingan khusus yang mengulas perbedaan domain, hosting, subdomain dan SSL.

1. Apa itu Domain?

Perbedaan Domain, Hosting, Subdomain dan SSL

Domain, yang bisa disebut nama domain atau domain name, adalah string teks yang diarahkan ke alamat IP numerik.

IP Numerik inilah yang digunakan untuk mengakses satu situs dari perangkat lunak klien. Dengan demikian, saat mengetikan alamat IP maka secara tidak langsung akan diarahkan ke situs web.

Artinya, alamat sebenarnya dari satu situs web atau blog adalah IP numerik tersebut. Tapi, berkat DNS, pengguna bisa mengaksesnya menggunakan nama yang mudah diketik.

Dengan demikian, ada dua proses yang bisa dilakukan saat mencari satu konten di internet, yakni:

  • Pencarian dengan menggunakan domain yang disebut pencairan domain
  • Pencarian berdasarkan DNS yang dikenal dengan pencarian DNS

Nama domain di kelola oleh pendaftar domain, yang mendelegasikan nama ke pedaftar. Dengan demikian, siapapun yang ingin daftarkan nama domain baru, harus ke register dulu.

Sampai hari ini, diperkirakan ada lebih dari 300 juta nama domain yang sudah terdaftar di internet, baik yang masih aktif atau sudah expired.

Dalam perkembangannya kemudian, nama domain punya anatomi yang biasanya dipecah menjadi dua atau tiga bagian.

Masing-masing bagian dipisahkan oleh titik. Saat di baca dari kanan ke kiri, pengidentifikasi nama domain beralih dari yang paling umum ke spesifik.

Bagian sebelah kanan titik terakhir pada nama domain adalah TLD atau nama domain tingkat atas termasuk TLD generik.

Seperti ‘.com’, ‘.net’, dan ‘.org’, serta TLD khusus negara seperti ‘.uk’ dan ‘.jp’. Sementara, di sebelah kiri TLD ada domain tingkat kedua [2LD].

Contoh palong sederhana adalah nama domain Google.com, maka anatominya akan terlihat seperti ini:

  • ‘.com’ adalah TLD (paling umum)
  • ‘google’ adalah 2LD (paling spesifik)

Hanya saja, jika domain tersebut diakses ke negara lain, Inggris misalnya, maka google akan menjadi google.co.uk.

Dalam konteks ini, 2LD menunjukkan jenis organisasi yang mendaftarkan domain (.co di Inggris adalah untuk situs yang didaftarkan oleh perusahaan).

2. Apa itu Hosting?

Perbedaan Domain, Hosting, Subdomain dan SSL

Hosting, atau yang kadang juga disebut webhosting adalah lokasi penyimpanan konten yang ada di internet.

Hanya saja, definisi diatas tidak terlalu spesifik karena jika berbicara lokasi penyimpanan maka wajib menyertakan server.

Bagi saya pribadi, hosting adalah proses menyewa atau membeli ruang penyimpanan untuk menampung konten situs agar bisa diakses secara online.

FYI, server sendiri adalah komputer yang bertugas menghubungkan pengguna web lain ke situs dari lokasi mana saja di dunia.

Baca Juga:

Sesuai dengan namanya, dimana penyedia layanan web hosting memiliki beberapa server, yang saling terkoneksi, untuk menghost setiap situs web.

Untuk jenis paket yang ditawarakan ada banyak mulai dari shared hosting, dedicated hosting, cloud hostingdan VPS yang sudah saya ulas panjang lebar disini.

Dengan demikian, jika mau buat situs web, memilih hosting web yang andal sangat penting untuk diperhatikan.

Dan saat ini, ada ribuat situs penyedia layanan web hosting dari yang gratis sampai berbayar. Paket paling mahal adalah bisnis.

Pilihan paket ini sebenarnya menyesuaikan sama kebutuhan anda dalam pengelolaan internet dan jangkauan audiens yang diharapkan.

Dengan demikian, memilih paket hosting yang tepat berarti anda memiliki akses ke alokasi sumber daya yang tepat untuk menjaga situs web tetap bisa diakses dengan cepat.

3. Apa itu Subdomain?

Perbedaan Domain, Hosting, Subdomain dan SSL

Subdomain adalah nama tambahan dari domain utama untuk membantu pengunjung menavigasi ke bagian lain dari situs atau blog.

Dengan demikian, saat membeli satu domain, anda bisa tambahkan beberapa subdomain atau anak domain dari domain utama anda.

Sebagai contoh, nama domain blog ini adalah paulipu. Nah, saya bisa tambahkan nama lain seperti ekonomi.paulipu.com, hosting.paulipu.com dan lain sebagainya.

Pada contoh diatas, ekonomi adalah sudomain dan paulipu adalah domain utama serta .com adalah TLD yang digunakan.

Dengan demikian, anda bisa tambahkan subdomain apapun sesuai keinginan, yang penting sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dan ada banyak alasan mengapa perusahaan menggunakan subdomain. Misalnya, anda mau buat tools online untuk membantu UMKM buat toko online sendiri dengan gratis.

Nah, subdomain bisa berfungsi sebagai pengujian, portofolio, pratinjau atau pementasannya. Sehingga, calon pengguna bisa lihat bentuknya gimana.

Atau mungkin bisa lihat subdomain dalam eCommerce dimana perusahaan seringkali buat dalam subdomain terpisah untuk menangani traksaksi dengan pengaturan teknis.

4. Apa itu SSL?

Perbedaan Domain, Hosting, Subdomain dan SSL

Terakhir ada SSL yang merupakan akronim dari Secure Sockets Layer yang merupakan teknologi standar untuk menjaga keamanan koneksi internet.

Termasuk juga untuk melindungi data sensitif apapun yang dikirim antara dua sistem, pengguna dan penerima.

Sekaligus untuk mencegah, melindungi dan mengaburkan informasi yang diinput agar tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.

Dua sistem tersebut dapat menjadi server dan klien seperti dalam kasus situs belanja online ke browser atau server ke server saat aplikasi mengkonfirmasi data log in.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap data yang ditransfer pengguna dan situs, atau antara dua sistem tetap tidak mungkin dibaca.

SSL menggunakan logaritma enkripsi untuk mengacak data dalam perjalanan, mencegah peretas membacanya saat dikirim.

Informasi ini dapat berupa sesuatu yang sensitif atau pribadi yang bisa mencakup nomor kartu kredit, alamat, nama dan lain sebagainya.

Selain istilah SSL, anda juga mungkin pernah dengan istilah terkait lain seperti TLS atau Transport Layer Security.

Lantas, apakah SSL dan TLS itu sama? Secara umum ya, secara teknis tidak. Mengapa? Karena TLS adalah versi SSL yang sudah disempurnakan.

Intinya, SSL adalah protokol untuk membuat tautan yang diautentikasi dan terenkripsi antara komputer dan jaringan.

Perbedaan Domain, Hosting, Subdomain dan SSL

Lantas, apa sih perbedaan domain, hosting, subdomain dan SSL? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

Perbedaan Domain Hosting Subdomain SSL
Pengertian Domain adalah alamat DNS yang dibuat dalam bentuk string teks Hosting adalah tempat penyimpanan konten yang ada di internet Subdomain adalah bagian dari domain atau merupakan anak domain SSL adalah sertifikat enskripsi untuk mengamankan koneksi jaringan internet ke situs
Fungsi Identifikasi IP Numerik Menyimpan database Navigasi konten dari domain Enkripsi koneksi
Manfaat Memudahkan dalam penelusuran konten Mengakses database dari klien dengan cepat Navigasi konten ke topik yang lebih spesifik Data yang diinput aman
Harga Murah Mahal Gratis Murah
Perpanjangan Per tahun Per tahun Per tahun
Penyedia Register Register Register Register

Perbedaan paling terlihat ada pada harga. Sebagai contoh, untuk harga domain saat ini dalam kisaran Rp10.000 sampai dengan Rp500.000.

Jadi bergantung sama ekstensi domain, atau yang disebut juga TLD yang mau digunakan. Dengan demikian, domain .com lebih murah dibanding .me

Itulah yang jadi alasan mengapa domain COM lebih populer ketimbang ME. Dan untuk sekarang ini ada banyak sekali ekstensi domain yang bisa dipilih.

Kasus yang sama juga berlaku untuk hosting. Artinya, ada hosting yang murah sampai dengan yang mahal.

Untuk sekarang, versi hosting yang dijual ada tiga mulai dari shared hosting, cloud hosting dan juga VPS.

Dalam setiap versi hosting itu punya paket sendiri-sendiri mulai dari Bayi, Pelajar Personal dan Bisnis.

Disisi lain, karena subdomain adalah bagian dari domain, maka tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan saat buat subdomain baru.

Sebagai contoh, jika mau beli domain dan hosting di niagahoster, dan setelah punya akses ke cPanel, anda bisa buat subdomain sebanyak mungkin.

Sudomain ini juga dilengkapi dengan sertifikat SSL. Jadi, sekali beli SSL untuk satu nama domain, subdomainnya juga diamankan.

Bagaimana dengan SSL? Berapa harganya? Untuk harganya termasuk murah, kisaran sekitar Rp100 ribuan lebih. Tergantung serifikat mana yang mau digunakan.

Dan bagi saya pribadi, tiga elemen diatas yakni SSL, Hosting dan Domain adalah paket wajib dimiliki terlebih jika ingin punya situs sendiri di internet.

Misalnya, anda manfaatkan WordPress untuk buat situs dan ingin buat subdomain yang banyak, bisa upgrade ke self-host atau wordpress.org

Sehingga, jika dalam suatu waktu situs anda diretes atau mengalami brutal force yang tak terkendali, bisa cover database di hosting.

Dengan demikian, konten situs web anda tetap aman dari peretasan. Sekaligus mengurangi biaya untuk menutupi celah akibat dibobol hacker.

Oh iya, satu hal lagi, saat ini versi langganan yang ditawarkan adalah per tahun. Dengan demikian, jika beli domain, hosting dan SSL bulan ini, maka bulan yang sama di tahun depan harus perpanjang.

Jika tidak, hosting tidak akan bisa diakses. Datanya sih masih ada, tapi agar tetap bisa diakses pengunjung maka harus perpanjang. Artinya, semuanya akan expired jika tidak diperpanjang.

Penutup

Memilih hosting yang tepat sesuai kebutuhan adalah hal penting untuk membawa bisnis atau konten secara online.

Selain tiga poin fundamental diatas, kredibilitas dan kualitas layanan tersebut juga harus diperhatikan.

Agar konten yang dibuat di internet bisa diakses dengan cepat serta tidak sering down akibat hosting yang berkualitas rendah.

Demikian artikel tentang perbedaan hosting, domain, subdomain dan SSL. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *